Menuju PKN STAN 2016 (Bagian 5)


Balai Diklat Keuangan Yogyakarta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Di awal langkah janganlah hilang arah. Jika semua terarah, pasti tak kan timbul gundah.

Lewat dua minggu sejak kemarin, tanggal 13 April 2016 hari yang dinanti tiba. Verifikasi Berkas USM PKN STAN. Ya, setelah sekian lama menunggu akhirnya saat itu pun tiba. Setelah menyusun rencana antara akan menginap entah di mana, akhirnya ku putuskan untuk kembali ke kost kemarin numpak di kamar teman.

Sekitar jam setengah dua siang, panaskan motor, bergegaslah menuju Buntu -tempat agen bus-. Sekitar 30 menit sampai juga di sana. Titip motor, da lagsung pesan tiket menuju kota Jogja. Bus di sini sekitar 15 pasti lewat mampir untuk mengambil penumpang. Tak menunggu lama akhirnya bus pun tiba da dimulailah perjalan menuju gerbang impian.

Jarak tempuh Cilacap-Jogja sekitar 4 jam. Tujuan pertama di Jogja adalah Rest Area Ambarketawang. Di sana nanti turun dari bus, dan berganti dengan shuttle -semacam mobil angkutan- dengan rute menuju bandara. Seperti dugaan, sampai di sana pas waktu maghrib. Lama juga nunggu sampai sopirnya datang.

Skip, sampai di depan Universitas Teknologi Yogyakarta, jalan ke kost da keujanan di jalan. Baru sampai Jogja langsung disambut hujan, mantap. Sampai kost, akhirnya ketemu juga dengan kawan lama. Bla.. bla.. bla.., pasang alarm jam 4. Iya jam 4!!! Saat ayam jago pun masih terlelap tidur anak ini harus bangun. Skip, masih dengan mata panuh belek haha, langsung meluncur ke kamar mandi. Sekitar setengah jam akhirnya adzan subuh berkumandang. Lepas subuh langsung menuju depan kampus UTY dan langsung pesan Go-Jek.

Masih pagi buta, dan untung saja masih ada driver yang masih ada masih membuka mata. Pasang helm, dan perjalanan menuju Balai Diklat Keuangan Yogyakarta sekitar setengah jam. Sampai di sana langsung antre. Gila, ternyata sudah ada yang datang dan antre di sana. Nampak di sana mereka di antar dengan orang tua mereka yang setia menunggu di depan BDK karena tidak diperkenankan masuk. Akhirnya dapat juga nomor antrean 17. Proses verifikasi baru dimulai jam 8.

Jam 8 pun tiba, dan nomor antrean 1-20 dipersilakan untuk memasuki ruang panitia.
Berbarislah anak-anak ini untuk masuk ruangan. Lama juga ini anak di barisan ku yang paling depan. Saat barisan di samping kanan dan kiri sudah selesai, ini anak paling depan lama banget dan akhirnya barisanku jadi yang masih panjang. Tak ku duga ada seorang satpam yang menyuruh untuk pindah ke meja sebelah -meja panitia kedua-. Dalam hati juga kok aneh di suruh pindah ke sana, satpamnya bilang "pindah ke sana saja mas yang cuma satu". Ya karena aku tak mau menunggu lama akhirnya aku pindahlah ke sana. Di sana dimintai BPO dan dicetakkan lembar kartu ujian dan disuruh nempel foto 3. "Wah ada yang ngak beres nih" gumam dalam hati. Akhirnya aku dipersilakan ke meja penyelia. Di sana ku sodorkan semua berkas beserta kertas akrtu ujian tadi. Panitia di meja penyelia pun bilang "kok ini BPO-nya belum ditanda tangani? Ke sana dulu ya". Baliklah aku ke antrean di meja pertama tadi, lama lagi dah ni proses.
Akhirnya selesai juga antrean di depanku, dan sekarang giliranku. Pikiran di kepala sudah buyar entah apa yag akan terjadi kala panitia tahu aku sudah punya kertas kartu ujian. Dan pertarungan sengit pun terjadi -__-.

A= Aku, B= Panitia di meja pertama.

A : "Maaf Bu, ini fotonya sudah ditempel."
B : "Loh, kok ini kamu sudah punya kartu?"
A : "Maaf Bu, tadi saya disuruh satpam ke meja kedua tadi."
B : "Wah, ini nggak bia ini menyalahi SOP, kamu jangan coba bohong ya!"
A : "Bener Bu."
B : "Mana satpamnya tadi? Cari sana. Itu bukan tuh."
Akhirnya aku samperin juga satpam itu, entah itu satpam yang tadi apa bukan langsung aku suruh satpanya ikut ke meja pertama." -lupa panitianya ngomong apa selanjutnya-.
B : "Tadi kamu nyetak ini ke siapa?"
A : "Itu Bu, ke Ibu yang pake kerudung corak totol-totol."
Ngobrollah panitia di meja pertama tadi ke Ibu yang nyetak kartu ini.
Akhirnya berkasku diperiksa dan ditandatangani BPO-nya. Alhamdulillah masih bisa dan aku disuruh ke meja penyelia.

Kartu Peserta Ujian
Legaaa, diperiksa lagi berkasnya di meja penyelia dan dapat stempel, nulis tanda tangan di kartu beserta cap jempol kiri. Keluar ruangan, tanda tangan lagi sebagai tanda sah peserta dan dapat denah beserta tata tertib selama ujian besok.
Pulang, dan pesen Go-Jek lagi, dan ada kisah unik dengan driver kedua ini. Beliau seoarang Bapak, dan entah kenapa selama perjalanan kami saling bertukar kisah dan pemikiran. Entahlah, rasanya kami sangat akrab seperti sudah kenal lama, haha. Baru pertama kalinya aku kenal dengan seseorang sampai sekarab ini. Tak terasa sudah mau sampai dan tak ku sangka Bapak ini sungguh baik sekali, beliau berkata kalau aku ke sana aku boleh nginap di rumah beliau, he. Sungguh pengalaman yang bercampur aduk hari itu. Ini nih Bapak driver Go-Jek-nya.

Typo dikit hehe
Itulah kisah minggu kemarin, lanjut lagi di Menuju PKN STAN 2016 (Bagian 6).

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ