![]() |
| Soal USM STIS dan USM PKN STAN 2016 |
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillaah, ku coba menulis kembali kepingan memori ini setelah persiapan selama berbulan-bulan dan akhirnya dua hari kemarin menjadi titik awal perjalanan baru ku. Berat memang, namun inilah yang namanya sebuah perjalanan, penuh liku serta terjal penuh bebatuan.
13 Mei 2016, setelah sekian lama jadi penunggu rumah, akhirnya ku pergi lagi melalui perjalanan jauh menuju kota seberang. Persiapan sudah, saatnya aku harus pergi. Tak lupa ku bersalaman untuk berpamitan, teriring juga doa dari mulut ibuku; lakukanlah yang terbaik, dan semoga lolos. Dari situ aku mulai memompa kembali semangatku untuk memulai perjalanan ini. Tak terasa air mata ini menetes tatkala harus ku tingggalkan ranah kelahiranku ini beserta imipiaku serta doa ibu yang menjadi payung peneduhku. Sepanjang jalan menuju agen bus, sepanjang jalan pula mulut ini henti berdoa serta membaca rangkaian firman-Nya agar sedikit agak tenang. Tak terasa cucuran air mata ini mengalir membayangkan betapa aku sudah melakukan kesalahan di tahun kemarin, dan juga rasa sedih karena aku belum dapat membahagiakan kedua orang tuaku.
14 Mei 2016, seperti biasa karena tak ada yang mengantarku, ku putuskan untuk pesan Go-Jek lagi. Sebelumnya belum cek lokasi jadi gitu nggak tahu tempat. Sempet bingung juga muter-muter nyari tempat. Setalah gagal pesan pertama, akhirnya dapat juga driver ke lokasi ujian yaitu di Fakultas Bahasa dan Seni UNY. Setelah ketemu, persiapan peralatan tempur, raut pensil dan masuk ruangan. Setelah diberi pengarahan sama panitia, akhirnya soal dibagi dan kami mulai mengerjakan soal. Bingung pasti, itu soal-soal matematikanya ada beberapa soal sekelas olimpiade.
Sebelum memulai tes, nampak beberapa orang tua di gedung sebelah. Jadi teringat lagi kedua orang tuaku dan aku tak mau mengecewakan mereka. Aku cuma dapat 28 soal, itu pun nggak semua yakin benar. Lanjut tes bahasa inggris, lumayan lancar aku dapat 58 soal. Agak nyesel sih, karena beberapa soal seharusnya bisa dikerjakan tapi karena waktu yang mepet dan didesak rasa gugup jadi nggak konsentrasi ngerjain soal. Keluar ruangan kerumunan peserta menyemut memenuhi luar ruangan hingga berdesakan menuruni anak tangga.
15 Mei 2016, hari yang telah kutuggu selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Malam sebelumnya ku sempatkan untuk menilik lagi soal-soal yang pernah ku kerjakan dan sedikit mengulas lagi materi TBI. Nggak terasa sudah subuh, sekitar jam 6 aku berangkat ke Universitas Sanata Dharma kampus 1. Seperti biasa dan ternyata nggak dapat driver lagi, coba peruntungan kedua dan akhirnya dapat. Meski sudah agak pagi akhirnya aku berangkat dan sampai di sana langsung cari tempat ujian. Di depan tempat ku duduk ada seorang ibu dan anak perempuannya, nampak rona keceriaan dari mereka dan jadi ingat lagi impin saya untuk membahagiakan orang tua.
Pukul 08.30 kami mulai mengerjakan soal, ku kira jam 08.00 kami sudah mengerjakan, ternyata sebelumnya digunakan untuk pengarahan dan mengisi LJK. Pertama, setelah mengintip soal bagian belakang saat ada pengarahan sudah membayangkan bagaimana rupa soalnya nanti. Setelah beberapa kali mencoba soal matematika dan sedikit ngadat tak terasa waktu tersisa 10 menit. Langsunglah aku cari tambahan poin di bagian bacaan. Dan akhirnya waktu pun selesai. Dan yang paling buat ku sedikit menyesal, yaitu soal antonim ku jawab jadi sinonim, dan yang bagian kosakata seharusya bisa dapat tambahan poin karena ada 2 soal yang seharusnya ku jawab benar karena ragu nggak jadi ku jawab. Sudahlah.., nasi sudah menjadi bubur.
Lanjut bagian TBI, dan di sini saatnya jadi lumbung nilai bagiku. Soal TBI kubabat habis tak bersisa, tapi masih campur sedikit keraguan di bagian bacaan dan beberapa bagian. Setelah selesai semua setelah ku hitung ulang ternyata aku dapat mengerjakan TPA 76 soal dan TBI 60 soal. Oiya, sebelum mengerjakan ku biasakan berdoa dan tadarus sebisa ku. Bacaan yang paling ku suka adalah surat Al-Kahfi dengan gaya bacaan Syeikh Misyari bin Rasyid al-'Afasi. Nggak hafal semua memang, tapi ku upayakan baca sebisaku agar hati jadi tenang.
Kring, bel tanda selesai ujian pun berbunyi dengan segenap rasa bercampur aduk ku ikhlaskan lembar jawabanku dibawa pengawas. Alhamdulillaah, semoga dapat hasil yang terbaik ujarku.
Setelah selasai niatnya mau naik trans Jogja ke terminal Jombor, tapi ternyata haltenya di depan kampus sana nyebrang dulu lewat Univeritas Atma Jaya. Gugurlah sudah, sepertia biasa pesan Go-Jek ke terminal Jombor dan ternyata shuttle yang lewat terminal adanya jam 02.00. Baliklah aku ke depan kampus UTY supaya ongkos lebih murah jalan kaki sekitar 1km-an dari terminal. Peluh bercucuran dan tak terasa perut ini sudah meraung untuk diisi karena sedari ujian hari pertama aku cuma sarapan pakai Energen.
Skip, pesan Go-Jek lagi seperti biasa karena nggak ada angkutan yang lewat depan kampus. Sampai juga di agen bus Efisiensi Ambar Ketawang. Sekitar jam satu siang akhirnya bus beranjak melaju ke kampung halaman. Di bus nampak beberapa anak juga berseragam putih hitam sepertinya mereka juga habis selesai ujian PKN STAN. Jam setengah enam akhirnya aku sampai juga di rumah dan serangkaian perjalananku selama beberapa hari ini berakhir sudah.
Dan inilah aku sekarang, dengan penuh harap dan angan, sudah ku pasrahkan semua kepada Allah SWT dan panitia.
Yaa Rabb, bukakanlah pintu kesuksesan untuk hamba-Mu. Mudahkanlah segala urusanku, dan berkahilah semua proses perjalanan hidupku. Agar aku bisa menjadi anak yang berguna dan dapat membahagiakan kedua orang tua.
Menuju PKN-STAN Bagian 8.
13 Mei 2016, setelah sekian lama jadi penunggu rumah, akhirnya ku pergi lagi melalui perjalanan jauh menuju kota seberang. Persiapan sudah, saatnya aku harus pergi. Tak lupa ku bersalaman untuk berpamitan, teriring juga doa dari mulut ibuku; lakukanlah yang terbaik, dan semoga lolos. Dari situ aku mulai memompa kembali semangatku untuk memulai perjalanan ini. Tak terasa air mata ini menetes tatkala harus ku tingggalkan ranah kelahiranku ini beserta imipiaku serta doa ibu yang menjadi payung peneduhku. Sepanjang jalan menuju agen bus, sepanjang jalan pula mulut ini henti berdoa serta membaca rangkaian firman-Nya agar sedikit agak tenang. Tak terasa cucuran air mata ini mengalir membayangkan betapa aku sudah melakukan kesalahan di tahun kemarin, dan juga rasa sedih karena aku belum dapat membahagiakan kedua orang tuaku.
14 Mei 2016, seperti biasa karena tak ada yang mengantarku, ku putuskan untuk pesan Go-Jek lagi. Sebelumnya belum cek lokasi jadi gitu nggak tahu tempat. Sempet bingung juga muter-muter nyari tempat. Setalah gagal pesan pertama, akhirnya dapat juga driver ke lokasi ujian yaitu di Fakultas Bahasa dan Seni UNY. Setelah ketemu, persiapan peralatan tempur, raut pensil dan masuk ruangan. Setelah diberi pengarahan sama panitia, akhirnya soal dibagi dan kami mulai mengerjakan soal. Bingung pasti, itu soal-soal matematikanya ada beberapa soal sekelas olimpiade.
Sebelum memulai tes, nampak beberapa orang tua di gedung sebelah. Jadi teringat lagi kedua orang tuaku dan aku tak mau mengecewakan mereka. Aku cuma dapat 28 soal, itu pun nggak semua yakin benar. Lanjut tes bahasa inggris, lumayan lancar aku dapat 58 soal. Agak nyesel sih, karena beberapa soal seharusnya bisa dikerjakan tapi karena waktu yang mepet dan didesak rasa gugup jadi nggak konsentrasi ngerjain soal. Keluar ruangan kerumunan peserta menyemut memenuhi luar ruangan hingga berdesakan menuruni anak tangga.
15 Mei 2016, hari yang telah kutuggu selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Malam sebelumnya ku sempatkan untuk menilik lagi soal-soal yang pernah ku kerjakan dan sedikit mengulas lagi materi TBI. Nggak terasa sudah subuh, sekitar jam 6 aku berangkat ke Universitas Sanata Dharma kampus 1. Seperti biasa dan ternyata nggak dapat driver lagi, coba peruntungan kedua dan akhirnya dapat. Meski sudah agak pagi akhirnya aku berangkat dan sampai di sana langsung cari tempat ujian. Di depan tempat ku duduk ada seorang ibu dan anak perempuannya, nampak rona keceriaan dari mereka dan jadi ingat lagi impin saya untuk membahagiakan orang tua.
Pukul 08.30 kami mulai mengerjakan soal, ku kira jam 08.00 kami sudah mengerjakan, ternyata sebelumnya digunakan untuk pengarahan dan mengisi LJK. Pertama, setelah mengintip soal bagian belakang saat ada pengarahan sudah membayangkan bagaimana rupa soalnya nanti. Setelah beberapa kali mencoba soal matematika dan sedikit ngadat tak terasa waktu tersisa 10 menit. Langsunglah aku cari tambahan poin di bagian bacaan. Dan akhirnya waktu pun selesai. Dan yang paling buat ku sedikit menyesal, yaitu soal antonim ku jawab jadi sinonim, dan yang bagian kosakata seharusya bisa dapat tambahan poin karena ada 2 soal yang seharusnya ku jawab benar karena ragu nggak jadi ku jawab. Sudahlah.., nasi sudah menjadi bubur.
Lanjut bagian TBI, dan di sini saatnya jadi lumbung nilai bagiku. Soal TBI kubabat habis tak bersisa, tapi masih campur sedikit keraguan di bagian bacaan dan beberapa bagian. Setelah selesai semua setelah ku hitung ulang ternyata aku dapat mengerjakan TPA 76 soal dan TBI 60 soal. Oiya, sebelum mengerjakan ku biasakan berdoa dan tadarus sebisa ku. Bacaan yang paling ku suka adalah surat Al-Kahfi dengan gaya bacaan Syeikh Misyari bin Rasyid al-'Afasi. Nggak hafal semua memang, tapi ku upayakan baca sebisaku agar hati jadi tenang.
Kring, bel tanda selesai ujian pun berbunyi dengan segenap rasa bercampur aduk ku ikhlaskan lembar jawabanku dibawa pengawas. Alhamdulillaah, semoga dapat hasil yang terbaik ujarku.
Setelah selasai niatnya mau naik trans Jogja ke terminal Jombor, tapi ternyata haltenya di depan kampus sana nyebrang dulu lewat Univeritas Atma Jaya. Gugurlah sudah, sepertia biasa pesan Go-Jek ke terminal Jombor dan ternyata shuttle yang lewat terminal adanya jam 02.00. Baliklah aku ke depan kampus UTY supaya ongkos lebih murah jalan kaki sekitar 1km-an dari terminal. Peluh bercucuran dan tak terasa perut ini sudah meraung untuk diisi karena sedari ujian hari pertama aku cuma sarapan pakai Energen.
Skip, pesan Go-Jek lagi seperti biasa karena nggak ada angkutan yang lewat depan kampus. Sampai juga di agen bus Efisiensi Ambar Ketawang. Sekitar jam satu siang akhirnya bus beranjak melaju ke kampung halaman. Di bus nampak beberapa anak juga berseragam putih hitam sepertinya mereka juga habis selesai ujian PKN STAN. Jam setengah enam akhirnya aku sampai juga di rumah dan serangkaian perjalananku selama beberapa hari ini berakhir sudah.
Dan inilah aku sekarang, dengan penuh harap dan angan, sudah ku pasrahkan semua kepada Allah SWT dan panitia.
Yaa Rabb, bukakanlah pintu kesuksesan untuk hamba-Mu. Mudahkanlah segala urusanku, dan berkahilah semua proses perjalanan hidupku. Agar aku bisa menjadi anak yang berguna dan dapat membahagiakan kedua orang tua.
Menuju PKN-STAN Bagian 8.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيم
..يا فتاح يا عليم.. يا فتاح يا عليم.. يا فتاح يا عليم
آمِيْن.. آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
